Januari 12, 2015

0

Bumbu Kacang “Si Penggoyang Lidah”

Posted in


Spanduk Warung Pecel Bu Mar/Irzal

       Pecel merupakan kudapan yang sudah tidak asing lagi di telinga orang Indonesia, terlebih untuk orang Jawa yang merupakan tempat asal makanan tersebut. Rasanya yang gurih dari lumuran bumbu kacang dan kesegaran sayurannya membuat makanan ini disukai semua kalangan. Harganyapun sangat terjangkau bagi kalangan mahasiswa, mulai dari Rp 6 ribu hingga Rp 20 ribu rata-rata per porsinya.

      Di Semarang sendiri banyak sekali tempat-tempat penjual pecel yang terkenal kelezatannya. Salah satunya pecel Bu Mar yang sudah tersebar di beberapa tempat di Semarang. Cabang pertama atau yang merupakan pusatnya berada di dekat kampus Undip Tembalang. Pecel Bu Mar ini dikenal karena bumbunya yang kental dengan warna kemerahan dari cabainya. 

   
Suasana pecel Bu Mar pada pagi hari/Irzal
      Supriatin, atau biasa disebu Mbak Tin, ialah anak dari Bu Mar selaku pemilik dan pendiri warung makan pecel tersebut. Selain menjaga warung pecelnya di daeah banjarsari, Supriatin pun kini dipercaya untuk memegang bisnis keluarga itu. “Saya diwariskan bisnis warung pecel ini oleh ibu, semoga kualitas dan rasanya tetap seperti yang ibu buat dulu”, ucap Supriatin yang sehari-harinya kerap diemui di warung pecel Bu Mar jalan banjarsari.

      Makanan ini bisa anda temui sekitar pukul tujuh pagi hingga siang hari. Namun anda harus bergegas, karena biasanya warung ini sudah habis pada pukul sebelas siang saja. Setiap hari sekitar 70 porsi terjual. Anda juga bisa menambahkan aneka lauk yang cocok untuk disantap bersama bumbu kacang khas Bu Mar, seperti telur, gorengan, sate, lumpia dan yang lainnya.

       Ditengah ramainya penjual pecel, warung ini tetap tidak sepi pembeli. Harganya yang bersahabat dengan mahasiswa, membuat kuliner ini tidak pernah sepi setiap harinya. Hanya tinggal merogoh kocek Rp 7 ribu untuk nasi atau lontong pecelnya saja. Penyajian yang unik dan masih asli pun membuat pecel ini ampil beda, pembeli langsung bisa menyantap diatas piring yang terbuat dari daun pisang. (Irzal – Bincang Kampus)

0 komentar: