Desember 14, 2014

0

Akhir Bulan Saatnya Berhemat

Posted in
 Akhir Bulan Saatnya Berhemat/Shela

Merantau merupakan pilihan bagi para mahasiswa yang berkuliah di luar kota. Jarak yang membentang menjadi alasan untuk indekos dan hidup jauh dari orang tua. Hal tersebut tentunya berdampak pada keuangan para mahasiswa. Para mahasiswa yang semula bisa tenang dan menggantungkan hidup kepada orang tua harus mulai mandiri dan belajar mengatur segala keperluan yang dibutuhkan. Dalam urusan berhemat, mahasiswa harus bisa melakukan itu, apalagi jika akhir bulan telah tiba.

     Putri Dewi Ariyanti, mahasiswa jurusan Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Semarang mengaku kerap kelabakan ketika hari sudah menginjak tanggal tua. Uang yang diberikan orang tuanya seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk itulah, dia memutar otak agar tetap bisa bertahan hidup di akhir bulan. Putri memilih untuk mengolah bahan makanan yang ia bawa dari rumah. Perbekalan tersebut dia manfaatkan untuk menjaga kelangsungan hidup di tengah kondisi keuangan yang mulai menipis. Menu nasi dan telur goreng adalah andalannya. Dia pun mengurangi makan di luar kos dan lebih suka memasak sendiri. “Biasanya, aku memutuskan untuk membeli telur di warung. Lalu, aku memasak beras yang aku bawa dari rumah. Kalau terdesak, ya mengeluarkan mie sebagai makanan pokok” ujarnya sembari terkekeh.

     Tak hanya Putri, Inggit Pamularsih, mahasiswi Politeknik Semarang, pernah mengalami hal serupa yakni harus berjuang menghemat pengeluaran di akhir bulan. Membeli lauk murah seperti sayur dan tempe merupakan cara Inggit untuk tetap hemat tapi sehat di akhir bulan. “Kalau untuk akhir bulan, aku sering membeli lauk yang terjangkau dan menanak nasi sendiri,” katanya. Inggit yang sering menghabiskan waktu dengan makan di restoran dengan sang pacar tersebut terpaksa harus menundanya ketika akhir bulan menyapa. Sang pacar yang juga teman sekampusnya memahami kondisi tersebut. Disebabkan keduanya sama-sama mahasiswa yang masih ditanggung orang tua.


     Berbeda dengan Putri dan Inggit, Elisya Khairunnisa, mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang menempuh jalan yang berbeda untuk mengatasi kehabisan uang di akhir bulan. Gadis yang berasal dari Kendal tersebut memutuskan untuk pulang ke rumahnya ketika uang di dompet mulai mengering. Menurutnya, ketika berada di rumah, penghematan dia lakukan akan lebih maksimal. “Kalau di rumah, aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk makan. Tinggal buka tudung saji, lalu ambil makanan yang disajikan,” katanya. Dengan begitu, banyak uang yang bisa dia kumpulkan. Dia pun tidak perlu pusing-pusing menyisihkan uang untuk makan. Ditambahkan, penghematannya pun bisa berhasil dan bermanfaat. 

Lampiran :


0 komentar: